Apa Itu Domain Name System (DNS) ?

Domain Name System (DNS) adalah buku alamat internet. Bisa dibilang seperti buku telepon di wartel yang mencatat semua nomor telepon daerah tertentu. Karena domain yang terdiri dari alfabet, tentu lebih mudah di ingat oleh manusia. Sementara internet / website pada dasarnya berbasis IP Address.

Disinilah peran utama DNS Service. DNS mengarahkan traffic website ke hosting Anda dengan cara mencatat dan mencocokkan nama domain seperti namadomain.com ke alamat IP seperti 12.34.56.78 (IPv4) atau abcd:efgh:1234:5678:1234:5678:abcd:efgh (IPv6).

Anda bisa saja melakukan bypass DNS dengan cara mengetik IP Address langsung di browser untuk mengakses suatu website. Namun, Anda tentu akan lebih mudah mengingat alamat domain namadomain.com daripada IP Address 12.34.56.78. Tambahan lagi, IP Address suatu website dapat berubah sewaktu-waktu, dan website populer seringkali mengasosiasikan beberapa IP Address untuk 1 domain mereka.

Domain Name System sebenarnya merupakan suatu network tersendiri. Jika satu DNS Server tidak dapat mencocokkan suatu nama domain, dia akan bertanya / melanjutkan pencarian ke DNS server lain, dan seterusnya hingga ditemukan IP Address yang cocok. Tidak ada database lain di planet ini yang menangani request sebanyak DNS Server, itulah hal yang paling mengagumkan dari DNS Server, tersebar di jutaan mesin di seluruh dunia, di handle oleh jutaan orang / tim IT, namun bekerja sebagai 1 database yang terintegrasi.

Cara Kerja Domain Name System (DNS)

Domain Name System
Credit Image : howstuffworks

Inilah cara kerja DNS lookup :

  1. User mengetik nama domain namadomain.com di address bar browser.
  2. Komputer kemudian melakukan koneksi ke DNS Server utama user. bisa dibilang, komputer mu bertanya ke DNS Server, “Saya butuh informasi untuk meng-akses namadomain.com“.
  3. Jika DNS Server utama tadi memiliki data / IP Address dari namadomain.com, dia akan langsung memberikan informasi nya ke laptop user. Namun, jika DNS Server utama tadi tidak memiliki data / IP Address namadomain.com, dia akan bertanya kepada DNS Server lain hingga IP Address namadomain.com ditemukan.
  4. Ketika komputer mu sudah mendapat IP Address namadomain.com, dia akan melakukan koneksi ke server hosting namadomain.com.
  5. Selanjut nya Apache services yang meng-handle koneksi. Dimana Apache akan memastikan file dan folder yang benar untuk ditampilkan di browser user.

Jenis dan Fungsi DNS Record

A dan AAAA (host)

A record memetakan domain (atau subdomain) ke IP Address. Ini adalah fungsi utama dari DNS. A record umum nya tampak sebagai berikut:

 

A records untuk subdomain tampak sebagai berikut:

Catatan : Domain dan subdomain bisa saja menuju ke IP Address yang berbeda.

AAAA record sama dengan A record, tapi untuk IP address IPv6. AAAA record umumnya tampak sebagai berikut:

CNAME (Canonical Name)

CNAME  merupakan nama alias sebuah domain. Dengan berdasar CNAME, semua orang yang mengakses nama alias tersebut secara otomatis akan diarahkan ke nama domain yang terdapat di A record. Contoh:

Ketika ada yang melakukan akses ke alias.com, proses DNS Lookup akan menemukan record CNAME yang mengarah ke namadomain.com. Kemudian proses DNS Lookup yang baru akan dimulai untuk mencari IP Address dari namadomain.com, yaitu 12.34.56.78. Akhirnya, user alias.com akan diarahkan ke IP Address 12.34.56.78

MX (Mail Exchange)

MX Record berfungsi mengatur pengiriman email untuk domain tertentu. MX record tampak seperti berikut:

setting diatas akan mengarahkan email ke namadomain.com menuju server mail.namadomain.com. target domain mail.namadomain.com harus memiliki A record sendiri yang menuju server tertentu. Umumnya MX Record akan mengarah ke domain asli nya. Namun jika Anda menggunakan layanan email pihak ketiga seperti google, maka Anda harus membuat MX Record yang disediakan oleh google, yaitu ghs.google.com.

NS (Name Server)

NS record menampung informasi name server suatu domain (atau subdomain). NS Records utama domain Anda di atur di registrar (tempat membeli domain) dan di zone file. Berikut contoh nameserver yang menggunakan bluehost sebagai server(Anda butuh minimal 2 record) :

Nameserver utama domain diatur di fitur manage dns registrar Anda. Urutan input NS record tidak penting, karena jika salah satu gagal melakukan proses, NS record satu nya lah yang akan menghandle request.

Thanks, and see you at next post.
Irfan